You are currently viewing 7 Jenis Perangkat Smart Home dan Cara Memulai​
source: freepik

7 Jenis Perangkat Smart Home dan Cara Memulai​

Salah memilih perangkat smart home bisa berujung sistem tidak stabil, fitur terbuang, dan biaya membengkak.​ Perangkat yang tidak saling kompatibel juga menyulitkan kontrol, sehingga pengalaman rumah pintar terasa merepotkan dan tidak konsisten.​

7 Perangkat Smart Home Utama dan Fungsinya

1. Hub/Pusat Kontrol

Hub menjadi otak yang menghubungkan berbagai perangkat smart home dalam satu ekosistem.​ Melalui hub atau aplikasi pusat kontrol, Anda dapat mengatur lampu, kamera, kunci pintu, dan sensor dari satu aplikasi di ponsel.​

2. Lampu Pintar (Smart Lighting)

Smart lighting memungkinkan pengaturan nyala, warna, dan kecerahan lampu langsung dari smartphone.​ Anda dapat membuat skenario, misalnya lampu redup otomatis saat malam atau menyala otomatis saat ada aktivitas di ruangan tertentu.​

3. Steker/Stop Kontak Pintar (Smart Plug)

Smart plug mengubah perangkat listrik biasa menjadi perangkat yang bisa dikendalikan dari jarak jauh.​ Anda bisa menjadwalkan nyala-mati perangkat elektronik, sekaligus memantau konsumsi listrik jika fitur monitoring tersedia.​

4. Kunci Pintu Pintar (Smart Lock)

Smart lock meningkatkan keamanan akses dengan PIN, kartu, sidik jari, hingga kontrol via aplikasi.​ Beberapa smart door lock juga menyimpan riwayat akses, sehingga Anda dapat memantau siapa yang masuk dan keluar rumah.​

5. Kamera CCTV (Smart Camera)

Kamera pintar terhubung ke internet dan bisa dipantau langsung dari ponsel kapan saja.​ Fitur seperti deteksi gerakan, night vision, dan audio dua arah membantu pengawasan rumah lebih detail dan responsif.​

6. Termostat Pintar (Smart Thermostat)

Smart thermostat mengatur suhu ruangan otomatis berdasarkan jadwal, pola penggunaan, atau preferensi penghuni.​ Pengaturan suhu dari jarak jauh lewat aplikasi membantu menjaga kenyamanan sekaligus mengurangi pemborosan energi.​

7. Sensor (Gerak, Pintu/Jendela, Suhu)

Sensor adalah fondasi otomasi yang membuat rumah pintar bereaksi otomatis.​ Beberapa fungsi umum sensor:

  • Sensor gerak: memicu lampu menyala saat ada pergerakan, atau mengirim notifikasi jika ada aktivitas mencurigakan.​
  • Sensor pintu/jendela: memberi peringatan ketika pintu atau jendela dibuka di luar jadwal yang diizinkan.​
  • Sensor suhu: membantu sistem AC atau thermostat menjaga suhu ruangan tetap nyaman.​

Cara Memulai Sistem Rumah Pintar bersama Simplesmarthome

Berikut langkah ringkas membangun sistem rumah pintar yang terarah.

1. Tentukan prioritas

Apakah lebih fokus ke keamanan pintu masuk, pengawasan CCTV di area penting, atau setting lampu otomatis untuk kenyamanan dan penghematan listrik. Jelaskan juga ruangan mana yang paling penting, seperti pintu utama, garasi, teras, ruang keluarga, atau kamar tidur.

2. Pilih ekosistem produk yang saling kompatibel

Pilih ekosistem produk yang saling kompatibel sehingga semua perangkat bisa dikontrol dari satu aplikasi. Mmisalnya untuk menyalakan lampu, mengunci pintu, hingga melihat kamera dalam satu dashboard. Dengan ekosistem yang tepat, proses penambahan perangkat baru dan upgrade di kemudian hari akan lebih mudah, tanpa perlu ganti sistem dari awal.

3. Mulai dari paket dasar

Satu hub atau pusat kontrol, beberapa smart lighting di titik strategis (misalnya ruang tamu, teras, dan kamar utama), satu smart lock di pintu utama, serta satu kamera pintar yang mengawasi. Paket dasar ini sudah cukup untuk memberi rasa aman, sekaligus memperkenalkan anggota keluarga pada kebiasaan penggunaan smart home sehari-hari.

4. Tambahkan smart plug dan sensor secara bertahap

Setelah sistem dasar berjalan stabil, tambahkan smart plug dan sensor secara bertahap mengikuti kebiasaan penggunaan di rumah Anda, misalnya smart plug untuk dispenser, TV, atau lampu standing, serta sensor gerak dan sensor pintu/jendela untuk otomatisasi dan notifikasi keamanan. Dengan pendekatan bertahap, Anda bisa mengontrol anggaran, sambil tetap mengoptimalkan fitur yang benar-benar terpakai.

5. Manfaatkan layanan konsultasi

Manfaatkan layanan konsultasi Simplesmarthome untuk membantu memilih perangkat yang tepat, menentukan penempatan yang optimal (misalnya posisi kamera dan sensor), serta merancang skenario otomasi ruangan seperti lampu yang menyala otomatis saat Anda pulang, atau mode malam yang mengunci pintu dan mematikan beberapa perangkat sekaligus.

Mulai Upgrade Rumah Pintar Anda!

Simplesmarthome membantu merancang sistem smart home Indonesia yang rapi, aman, dan mudah dikendalikan lewat satu ekosistem.​ Anda bisa berkonsultasi sebelum membeli, lalu memilih paket perangkat smart home yang sesuai kebutuhan.

Leave a Reply